RANGKUMAN BASIS DATA
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hai Teman - Teman..!! Perkenalkan nama Saya Reyhan Adi Saputra, Saya Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dari jurusan Teknik Informatika
Jika kamu tertarik dengan Universitas saya silahkan akses link berikut :
Kali ini saya akan memberikan rangkuman dari hasil Praktikum Basis Data yang saya sudah buat
Semoga rangkuman bermanfaat untuk kita semua
POKOK BAHASAN 1
BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R
1. Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.
Sistem basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. Sistem basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan antara satu dengan yang lain, tetapi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah sistem yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), basis data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.
2. Konsep Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu :
1. Model Data Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.
Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM) merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafik tertentu.
2. Model Data berbasis Record (Record Based Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model.
Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam betuk tabel-tabel yang terdiri atas sejumlah baris yang menunjukkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
3. Physical Based Data Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.
3. Bahasa Basis data
Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
1. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a. Membentuk basis data, tabel, indeks.
b. Mengubah struktur table.
c. Menghapus basis data, tabel atau indeks.
2. DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi :
a. Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
b. Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
c. Mengubah dan menghapus data dalam basis data.
3. DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
a. Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
b. Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data.
4. Entity Relationship Diagram (ER-D)
Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.
1. Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas.
a. Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam sistem. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau hal yang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
· Entitas Reguler
Entitas ini disebut juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain.
Contoh : Mahasiswa, Matakuliah.
· Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weak entity) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas reguler).
Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.
· Entitas super type dan sub type
Entitas super type merupakan entitas yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu membawahi atau mempunyai entitas bagian yang lebih rendah.
Contoh : Entitas Karyawan.
Entitas sub type merupakan entitas yang lebih rendah yaitu entitas yang menjadi entitas bagian dari entitas lain.
Contoh : Entitas karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap
b. Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam database. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Contoh : mahasiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lahir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
· Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tahun masuk = 2013
· Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.
c. Kerelasian antar entitas (Entity Relationship)
Mendefiniskan hubungan antara 2 buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi mejadi 3 sebagai berikut :
1. Kerelasian jenis satu ke satu (one to one), kerelasian terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas.
Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
2. Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalam entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.
· Satu ke banyak (one to many)
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
· Banyak ke satu (many to one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.
3. Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.
2. Langkah-langkah Membuat ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
· Identifikasikan setiap entitas yang terlibat.
· Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
· Tentukan primary key dari masing-masing entitas.
· Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
· Gambarkan simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.
· Cek ER_Diagram yang terbenuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelengkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
POKOK BAHASAN 2
STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)
A.SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri
sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.
B.ELEMEN SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi,
operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.
a. Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS
(Database Management System). SQL memiliki kira-kira 30 pernyataan.
Beberapa pernyataan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
Pernyataan | Keterangan |
CREATE | Menciptakan basis data, tabel atau indeks |
ALTER | Mengubah struktur tabel |
DROP | Menghapus basis data, tabel atau indeks |
COMMIT | Mengakhiri sebuah eksekusi transisi data |
ROLLBACK | Mengembalikan keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan |
INSERT | Menambah sebuah baris pada tabel |
UPDATE | Mengubah nilai pada sebuah baris |
SELECT | Memilih baris dan kolom pada tabel |
DELETE | Menghapus baris pada tabel |
GRANT | Menugaskan hak terhadap basis data kepada atau grub pengguna |
REVOKE | Membatalkan hak pada basis data |
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :
a. Data Definition Language (DDL): Digunakan untuk mendefinisikan data
dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b. Data Manipulation Language (DML) Digunakan untuk memanipulasi data
dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c. Data Control Language (DCL): Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai
data dengan perintah : GRANT, REVOKE.
e. Nama
Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.
f. Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe data untuk numerik
Tipe | Keterangan | Range Nilai |
TINYINT | Nilai integer yang sangat kecil | Signed : -128 s.d. 127 Unsigned : 0 s.d 255 |
SMALLINT | Nilai integer yang kecil | Signed : -32768 s.d. 32767 Unsigned : 0 s.d 65535 |
MEDIUMINT | Integer dengan nilai medium | Signed : -8388608 s.d. 8388607 Unsigned : 0 s.d 16777215 |
INT | Integer dengan nilai standar | Signed : -2147483648 s.d. 2147483648 Unsigned : 0 s.d. 4294967295 |
BEGINT | Integer dengan nilai besar | Signed : - 9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807 Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615 |
FLOAT | Bilangan decimal dengan single-precission | Minimum ± 1.175494351e-38 Maksimum ± 3.4028234666e+38 |
DOUBLE | Bilangan decimal dengan dengan double-precission | Minimum ± 2.2205738585072014e-308 Maksimum ± 1.7976931348623457e+308 |
DECIMAL (M,D) | Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma | Tergantung pada nilai M dan D |
Keterangan:
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik
- Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negative dan positif.
- Unsigned : Digunakan agar data yang di masukan bukan data negative (>=0).Tipe data float tidak Dapat dinyatakan dengan unsigned.
Tabel 2.3 tipe data string atau karakter
Tipe | Keterangan | Ukuran Maksimum |
CHAR(n) | String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n | 1 M byte |
VARCHAR(n) | String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n. | 1 M byte |
TINYBLOB | BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil | 28-1 byte |
BLOB | BLOB berukuran kecil | 216-1 byte |
MEDIUMBLOB | BLOB berukuran sedang | 224-1 byte |
LONGBLOB | BLOB berukuran besar | 232-1 byte |
TINYTEXT | String teks yang sangat kecil | 28-1 byte |
TEXT | String teks berukuran kecil | 216-1 byte |
MEDIUMTEXT | String teks berukuran medium (sedang) | 224-1 byte |
LONGTEXT | String teks berukuran besar | 232-1 byte |
ENUM | Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu number enumerasi | 65535 anggota |
SET | Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan | 64 anggota himpunan |
Tipe | Range | Format |
DATE | “1000-01-01” s.d. “9999-12-31” | “0000-00-00” |
TIME | “-832:59:59” s.d. “838:59:59” | “00:00:00” |
DATETIME | “1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59” | “0000-00-00 00:00:00” |
d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering dipakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :
1. Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2. Konstanta bertipe karakter : ‘Teknik Informatika’
Keterangan :
Konstanta bertipe Karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan decimal adalah berupa tanda titik.
e. Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika :
Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika
Simbol | Keterangan |
* | Perkalian |
/ | Pembagian |
+ | Penjumlahan |
- | Pengurangan |
% | Sisa pembagian |
f. Operator Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada operator relasi :
Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi
Simbol | Keterangan |
= | Sama dengan |
> | Lebih besar |
< | Lebih kecil |
>= | Lebih besar atau sama dengan |
<= | Lebih kecil atau sama dengan |
<> | Tida sama dengan |
g. Operator Logika
Operator Logika ada 3 yaitu OR, AND dan NOT
Tabel 2.7 Operator Logika
Simbol | Keterangan |
NOT atau ! | Sebagai negasi atau pembalik nilai |
OR atau || | Atau |
AND atau && | Dan |
h. Operator Pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol | Keterangan |
IS NOT NULL | Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null) |
IS NULL | Apakah sebuah nilai adalah kosong (null) |
BETWEEN | Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai |
IN | Apakah suatu nilai berada di dalam pilihan yang ada |
NOT IN | Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada |
LIKE | Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu |
NOT LIKE | Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu |
POKOK BAHASAN 3
DATA DEFINITION LANGAUAGE (DLL)
A. Data Definiton Language (DLL)
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur
dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan
kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis
data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.
Perintah | Keterangan |
Create Database | Membuat basis data |
Drop Database | Menghapus basis data |
Create Table | Membuat tabel |
Alter Table | Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel |
Drop Table | Menghapus tabel dari basis data |
Create Index | Membuat Index |
Drop Index | Menghapus Index |
B. Perintah-perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definiton Language :
a. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh
memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL.
b. Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan
perintah :
SHOW DATABASES:
c. Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax :
DROP DATABASE namadatabase;
Dimana :
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database.
d. Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database
yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah :
USE namadatabase;
e. Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau
data. Untuk membuat table Syntaxnya adalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
…
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan :
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan
ada spasi harus menggunakan tanda penghubung ( nama tabel ). Field1
merupakan atribut pertama dan TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut
pertama. Jika ingin membuat tabel dengan atribut lebih dari satu, maka
setelah pendefinisian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).
Syntax tambahan :
Maka tabel namatabel telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat
digunakan perintah :
Mysql> SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur tabel yang telah dibuat
syntaxnya adalah:
DESC namatabel;
f. Mendefinisikan null/not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus
diisi.Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai
identikasi sehingga tidak boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,
…
Field3 TipeData3 ([lebar])
);
a. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu
atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut
tersebut tidak diisi oleh pengguna. Syntax :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai
):
b. Menentukan kunci primer (Primary Key) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan
semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Key di dalam database
berfungsi sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi dan menghubungkan
satu tabel data dengan tabel yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak
hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat
mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah Syntax
membuat primary key untuk Field1
Cara 1:
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL PRIMARY KEY,
Field2 TipeData2 ([lebar])
);
Cara 2:
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY (Field1)
);
Cara 3:
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint
PRIMARY KEY (namakolom);
c. Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah :
Cara 1: Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT
namaconstraint;
Cara 2: Jika primary key dibuat melahui create table :
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;
d. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung
kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary
key yang menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke
table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut
sebagai foreign key.
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut
yang dinajuk (tabel induk dari foreign key) sudah didefinisikan terlebih
dahulu. Perintah yang digunakan sebagai berikut :
CREATE TABLE namatabel(
Field1 TipeDatal ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field?) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk)ON UPDATE CASCADE
ON. DELETE NO ACTION
)
atau
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint
FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;
e. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
f. Mengubah Struktur Tabel
Tabel yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan strukturnya seperti
penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti
lebar field dari table tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER
TABLE.
ü Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya. Fieldbaru
adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari
atribut yang akan ditambahkan.
ü Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah tipe data atau lebar
atributnya. Field adalah atribut yang akan diubah tipe data atau lebarnya.
Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama dengan lebar atribut yang
berbeda.
ü Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah nama atributnya,
namalamafield adalah atribut yang akan diganti namanya, namabarufield
adalah nama baru atribut, tipedatanya adalah tipe data dari atribut tersebut.
ü Menghapus Atribut (Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
g. Menghapus Tabel
Tabel sudah di buat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP
TABLE. Syntax sebagai berikut:
DROP TABLE namatabel;
Tabel yang akan dihapus sesuai dengan namatabe.
POKOK BAHASAN 4
DATA MANIPULATION LANGUANGE (DML)
A. Data Manipulation Language (DML)
Data manipulation language (DML) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain : perintah untuk memilih data (query),menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk Manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1. Melakukan pencarian kembali data lama.
2. Penyisipan data baru kedalam tabel.
3. Penghapusan data.
4. Pengubahan data.
5. Menampilkan data dengan kriteria tertentu.
6. Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
2. Non prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).
B. Perintah DML sebagai berikut :
a. INSERT
Perintah insert digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambahkan baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambahkan baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambahkan baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom :
INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
b. UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax :
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu.
c. SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel
yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1) Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
2) Menampilkan data untuk kolom tertentu
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n From namatabel;
3) Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;
Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa where selain “=” adalah : > (lebih dari), < (kurang dari), <> (tidak sama dengan), >= (lebih dari satu sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator lain yaitu : AND,OR,NOT,BETWEEN-AND,IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada padatabel namatabel.
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel dimana nilai harga berkisar dari 25000 hingga 50000 :
Mysql > Select * from namatabel where kolom >= 25000 and harga <=50000;
Atau
Mysql > select * from namatabel where kolom between 25000 and 50000;
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 :
Mysql > select * from namatabel where kolom = 25000 or harga = 50000;
Atau
Mysql > select * from namatabel where kolom in (25000,50000);
Contoh 3 : perintah untuk menampilkan data pada tabel yang diinginkan dimana nilai pada kolom kolom tidak sama dengan basis data.
Mysql > select * from nama tabel where not kolom=’basis data terpadu’;
Atau
Mysql > select * from namatabel where kolom <>’basis data terpadu’;
Contoh 4 : isi tabel namatabel
Mysql > select * from namatabel ;
Perintah untuk menampilkan data pada tabel namatabel dimana data pada kolom tertentu diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom dimana diawali dengan karakter ‘B’ :
Mysql > select * from namatabel where kolom like ‘B%’;
4) Memberikan nama lain pada kolom
Syntax :
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
5) Menggunakan alias untuk nama tabel
Syntax :
SELECT nmalias.jenis,nmalias.harga FROM namatabel nmalias;
6) Menampilkan data lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
7) Operator comparison ANY dan ALL
a. Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan denga hasil subquery menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
Gaji > ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1,G2,...,Gn maka kondisi diatas identik dengan :
(gaji > G1) Or (gaji > G2) Or..Or (gaji>Gn)
b. Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil subquery.
8) Aggregate Functions (Count,Sum,AVG,Min,Max)
a. Count
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel.
b. Sum
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel.
Perintah yang digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel.
d. Min
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil dari suatu kolom pada tabel.
e. Max
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar dari suatu kolom pada tabel.
9) SQL dengan Group By dan Having
Klausa Group By digunakan untuk melakukan pengelompokan data.
10) Order By
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki.
d. DELETE
Perintah delete digunakan untuk menghapus satu baris,baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :
DELETE FROM namatabel [where kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu.
POKOK BAHASAN 5
QUERY DAN VIEW
A. Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data,Query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci.Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja,tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.
1. Aturan dalam melakukan query antar tabel :
a. Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya,dipisahkan tanda titik (.)
Syntax : Namatabel.namafield.
b. Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM,dengan pemisah koma (,) dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
c. Kondisi dalam klausa Where mempengaruhi jenis join yang tercipta.
2. Jenis – jenis join pada query.
a. Operator Cross Join
Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalia kartesain.Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.
b. Operator Inner Join
Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null) dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel sebalah kanan.
c. Operator Equijoin
Equijoin adalah penggabungan antar tabel denga menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa Where.
d. Operator Self-join
Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self join menggunakan alias.
e. Operetor Natural Join
Operator ini digunakan untuk melakukan equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.
Natural join dibedakan menjadi 2 yaitu :
· Natural Left Join
Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki pasangan, tetapi akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
· Natural Right Join
Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri.meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
3. UNION, INTERSECT dan EXCEPT
1. UNION
Union merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query,dengan ketentuan jumlah,nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
2. INTERSECT
Intersect merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah,nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2
Pada MySQL tidak terdapat operator INTERSECT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator IN seperti contoh pada bagian nested queries.
3. EXCEPT / Set Difference
Except merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah,nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2
Pada MYSQL tidak terdapat operator Except namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator NOT IN seperti contoh 2 pada bagian Nested Queries.
4. Nested Queries / Subquery (IN,NOT IN,EXISTS,NOT EXIST)
Subquery berarti query didalam query.dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query diatasnya.
Subquery terletak didalam klausa WHERE atau HAVING pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok baris yang kemudian digunakan oleh query.
B. View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu,sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
POKOK BAHASAN 6
Data Control Language (DCL) / Hak Akses User
A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B. Mengatur Hak Akses
Untuk MySQL versi 3.22 keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1. Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses (“nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY “nama_password” [WITH GRANT pilihan akses]
Atau
GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
Dimana :
· Hak_akses merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengan koma (,).
· Nama tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
· Pemakai,nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai administrator basis data yang mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur hak akses pengguna namahakakses dan namahakakses (sebagai user).
GRANT SELECT ON namatabel To ‘namahakakses’@’localhost’;
Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses SELECT terhadap tabel namatabel kepada user namahakakses sehingga user namahakakses dapat menggunakan perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel namatabel .
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON namatabel TO ‘namahakakses’@’localhost’,’namahakakses’@’localhost’ ;
2. Perintah REVOKE
revoke select on namatabel from namahakakses;
C. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada namahakakses dalam melakukan query tabel namatabel untuk field tertentu saja. Perintahnya :
GRANT SELECT, UPDATE (namakolom) On namatabel TO `namahakakses’@’localhost’ ;
Dari perintah diatas namahakakses hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE yaitu namatabel
D. Hak akses penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALLPRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
GRANT ALL PRIVILEGES ON namatabel to namahakakses;
Atau menggunakan
GRANT ALL ON namatabel to ‘namahakakses’@’localhost’;
E. Hak akses kepada public
Untuk memberikan hak aksess kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC beberapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD.
Contoh :
GRANT SELECT, INSERT ON namatabel to ‘ ‘;
F. Pencabutan hak akses
1. Pencabutan hak akses sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON nama_database FROM nama_user;
Atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;
2. Perintah DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.
drop user namahakakses
Komentar
Posting Komentar